Kunjungan ke Panti Hafara

Standar

Selalu Ada Jalan Untuk Berubah Menjadi Pribadi Yang Baik,Dengan Peduli Banyak Disukai

~Belajar Banyak Dari Pengalaman Sahabat Panti Hafara~
06 Juni 2014

 

Alhamdulillahirobbil’alamin..untuk kesekian kalinya masih diberikan kesempatan untuk berkunjung, bersilaturohim bersama sahabat, dan keluarga besar Universitas PGRI Yogyakarta kesalah satu panti disekitar kampus Universitas PGRI Yogyakarta tepatnya dipanti Hafara Yogyakarta, yang beralamat di RT.05 RW.17 Gonjen Tamantirto Kasihan Bantul, Yogyakarta dan insyaalloh semoga saya disini bisa berbagi dari hasil kunjungan kemarin yang saya lakukan bersama sahabat yang lain, sesenag dan sesenang hati seperti sahabat Panti Hafara disana saat bermain dan berbagi pengalaman bersama.
Berdasarkan kunjungan saya beserta teman-teman dari kelas BK 6-B Universitas PGRI Yogyakarta ke Panti Hafara Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 06 Juni 2014 saya dipertemukan dengan beberapa orang yang semmangatnya sangat luar biasa, dengan suasana tempat sangat sederhana tetapi menjadikan hati dan penglihatan ini terus menerus bersyukur dan merasa nyaman akan keindahan yang ada. Dengan sambutan dari perwakilan pimpinan Panti Hafara yang sangat antusias dengan kehangatan dari beberapa adik-adik Panti disana ditambah dengan beberapa permainan yang dibawakan oleh sahabat serta teman-teman panti lainnya yang menjadikan suasana terasa akrab dan diselingi oleh beberapa wawancara antara kita dan beberapa petugas atau pengurus panti disana dengan beberapa teman-teman panti disana.

Berawal berdirinya Panti Hafara ini ternyata awalnya dari kegelisahan kehidupan di jalanan yang bukanlah suatu hal yang mudah, mungkin bisa diumpamakan “nyawa menjadi taruhannya”. beberapa orang yang di dalamnya ada yang pernah tercebur di jalanan melakukan obrolan-obrolan, saling bertutur cerita pengalaman semasa menjadi anak jalanan. Akhirnya pada tanggal 17 November 2005 dideklarasikanlah sebuah lembaga sosial bernama Hafara, bertempat di TKIT Al-Hamdulillah Kasihan Bantul Yogyakarta. Nama Hafara dicetuskan oleh Em Ha Ainun Najib. Kepanjangan dari HAFARA adalah Hadza Min Fadli Rabbi, yang artinya Kemurahan hati Tuhan.. Ternyata ada suatu harapan dibalik semua itu agar organisasi tersebut selalu mendapat kemurahan dari Tuhan, serta diberi kemudahan dalam perjuangannya mengentaskan anak jalanan.
Beberapa Pelayanan yang telah dapat tercover Panti HAFARA antaralain :

1. Panti Anak HAFARA Merupakan Pelayanan dan pembinaan dalam Panti Anak Hafara diperuntukan kepada anak-anak yatim dan dhuafa binaan Panti Hafara, system pembinaan yang diterapkan dalam Panti Anak Hafara adalah system pemondokan untuk memudahkan monitoring perkembangan anak, melatih kemandirian, kedisiplinan serta kemampuan bersosialisasi dari anak-anak Hafara. Fasilitas yang disediakan untuk menunjang pembinaan dipanti Hafara antara lain : Asrama, Perpustakaan, Fasilitas IT (Komputer), Pemenuhan perlengkapan penunjang Sekolah. Kegiatan mentoring dan pembimbingan rutin yang diperuntukan kepada anak-anak Hafara. Berikut adalah beberapa diskripsi kegiatan rutin Panti Anak Hafara: Bimbingan Ketakwaan, Pengajian dan TPA, Pendampingan BIMBEL Privat, Kelas Kreatif, Pertunjukan Musik.


2. Panti Sosial Pondok Dhuafa (PSPD) adalah system pemondokan seperti pada pondok-pesantren dengan syarat “kontrak-sosial” ketika rekan-rekan pasca gepeng (gelandangan-pengemis) telah masuk kedalam panti, mereka tidak boleh lagi turun kejalan dan harus ikut berpartisipasi dalam usaha-usaha ekonomi produktif yang dikembangkan Panti Hafara. Berikut beberapa fasilitas yang diberikan panti Hafara kepada rekan-rekan pasca gepeng binaan Panti Hafara: Asrama/Kamar tinggal, Pelibatan dalam Usaha Ekonomi Produktif Panti, Konsumsi/Permakanan untuk kesehariannya.


3. Panti Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan/Psikotik dengan seiring berjalannya waktu Panti Hafara kini telah dapat melakukan pelayanan pembinaan dan rehabilitasi kepada penderita gangguan kejiwaan/mental (psikotik) secara mandiri dalam Panti Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan/Psikotik. Dan untuk memaksimalkan pelayanan tersebut panti Hafara menyediakan fasilitas pendukung untuk Rehabilitasi Psikotik antara lain: Kamar Isolasi, Asrama/Kamar tinggal, Konsumsi/Permakanan.

Sudah 8 tahun kurang lebih Panti Hafara ini berdiri dengan kepunyaan atas yayasan, dengan bertempat tanah milik desa, Jumlah anak disana sekitar 40 anak. Anak yang masih sekolah disekolahkan disekitar panti Hafara, hasil wawancara dengan salah satu perwakilan Panti saya beserta teman-teman anak-anak ada yang disekolahkan di SMP PGRI, Mataram, SD Brajan dan Muhammadiyah.

Yang mendiami Panti Hafara terdiri ddari anak yatim, anak piatu, serta yatim piatu bahkan ada yang diantar oleh masyarakat dari jalanan. Untuk agama semuanya menganut agama Islam. Untuk pengurus jumlahnya ada 12 orang.

Yang terkejut ada beberapa orang dewasa yang terkena gangguan, dengan penyembuhan terapi seperti terapi music secara rutin, hal ini bisa mengurangi rasa trauma yang pernah dialaminya masa lalunya.
Semakin luar biasanya kita dipertemukan dengan salah satu pemuda yang tekadnya sangat luar biasa yang bernama F, F berasal dari Jakarta. Dia adalah pecandu narkoba yang disebabkan oleh gangguan yang terjadi karena social disekelilingnya. Baru 6 bulan F sudah sembuh dari kecanduannya dan awalnya F tahu Panti Hafara itu dari keluarganya. Ternyata dengan memotivasi dirinya sendiri F bisa berhasil untuk berubah ke zona yang lebih baik dengan tekad ingin hidup lebih berarti, dan sampai saat inipun F belum kembali keJakarta yang merupakan tanah kelahirannya, begitu pula dari orang tua tidak memperbolaehkan F untuk pulang kembali, tetapi setiap bulan satu kali F selalu dijenguk rutin oleh keluarganya. Hal itu beralasan karena takutnya F kembali kecanduan lagi. F berkata kepada kita semua jika bertekad untuk menjadi relawan di Panti Hafara agar hidupnya lebih berarti lagi.
Kemudian ada salah satu wanita yang Psikotik yang bernama Bu A, dia sekarang menjadi pengurus kewanitaan.Demikianlah beberapa jam ditempat yang begitu indahnya luar biasa dengan penularan semangat taka da tandingannya. Selalu ada jalan untuk berubah menjadi pribadi yang baik.

 

 

Setuju banget kalo RSBI dibubarin

Standar

Rencana pembubaran RSBI sebenarnya ane nanggepinya datar (kalo boleh jujur sih malah seneng : P). Pasalnya dari awal RSBI muncul tu udah nggak sreg aja gitu bawannya. SD, SMP,SMA semuaaaa RSBI. Ya RSBI ada bagusnya juga sih, tapi nggak semua kalangan masyarakat bisa menjangkau pendidikan RSBI ini. Menurut ane adanya RSBI tu malah menimbulkan kesenjangan sosial dalam lingkup pendidikan.

  1. Orang tua yang menyekolahkan anknya di RSBI dan dengan orang tua yang nggak nyekolahin di RSBI beuh, bisa menimbulkan persaingan juga.
  2. Ada ni tetangga ane yang nyekolahin anaknya di RSBI, bukannya ngrasa kaya atau gimana nih, tapi menurut ane ketika anaknya di sekolahin di sekolah RSBI tu malah bikin orang tuanya ngutang sana sini, yan tau ndiri kan biaya sekolah RSBI tu nggak murah.

Sekolah RSBI dipandang hanya untuk orang-orang dengan budget pendidikan tinggi. Fasilitas bagus, tenaga pendidikan bagus. Gimana nasib orang nggak mampu?

Biaya pemerintah buat RSBI tu banyak banget, dan ane saranin, daripada tu biaya digelontorin habis-habisan mending buat memeratakan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, apalagi daerah pelosok (kayak di postingan ane sebelumnya tentang Guru Era Baru). Adanya RSBI tu malah ngebikin daerah pelosok makin terpuruk. Pendidikan di daerah pelosok itu yang harusnya lebih ditingkatkan bukan daerah pusat.

Adanya RSBI juga nggak ngebikin Indonesia jadi diri sendiri. Sistem pendidikan di Indonesia terlalu mengarah ke sistem pendidikan luar negeri. JADILAH DIRI SENDIRI. Apa-apa harus kayak luar negeri,  sebenernya Indonesia tu udah punya sistem pendidikan yang baik kok tanpa harus mengiblat pada sistem pendidikan luar negeri.

Indonesia yang menganut sistim RSBI juga malah mengingkari SUMPAH PEMUDA, dimana di sumpah itu menyatakan

“Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”

Tapi di RSBI pendidikan bahasa asing malah sangat diprioritaskan. Jangan nganggep segala sesuatu yang berasal dari luar negeri lebih bagus dari negara kita sendiri. So keputusan pemerintah tentang pembubaran RSBI ane dukung 100%.

wanna be a hero, really?

Standar

Kemaren tepatnya tanggal 10 januari pukul berapa ya 2 siang kayaknya, aku mau pulang kerumah ya biasa dah nggak punya duit. Dari pagi tu emang udah ada angin agak kenceng but you know? Daerah bantul tu banyak banget yang namanya ranting pohon berserakan aku jalan tu pelan-pelan soalnya sambil ngliat-ngliat jalan yang kotor, ranting-ranting berserakan tu mulai dari jalan kasongan gapura kasongan tu menuju ke kota bantul nya bener-bener berserakkkan banget dah. Ampe ada mobil masih kinclonggg banget remuk tu bagian bempernya, nggak tau karena kecelakaan ato karena tabrakan. Soalnya disitu ada 2 kemungkinan

  1. Deket tu mobil ada pohon tumbang, gede banget kagak, kecil banget juga kagak. Tapi ya lumayan kalo ambruk di mobil, mobilnya jadi penyok gitu dah.
  2. Ada city car merek s*nyuki dipilokkin, kayak disiksa gitu, karena nyoba mau kabur (ini khayalanku aja haha)

Balik lagi jalan pelan-pelan sambil ngliat-ngliat haduh jadi kepikiran rumah kayak apa. Pulang lewat masjid agung ke barat. Masih tetep sama keadaannya jalan-jalannya banyak ranting pohon berserakan. Sampe di jalan deket produksi emping-emping tu ada kecelakaan.dan itu bener-bener di depan mata ane, kecelakaannya tu kayak slow-motion dimata ane.  Kecelakaannya tu motor ama sepeda. Korbanya kakek-kakek ya ampun aku langsung berhenti kan tu tapi ya linglung kayak orang bego. Kayak di film-film gitu sebelah kiri ane kayak ada yang bilang

“jangan-jangan ditolongin, ntar kamu malah dikira yang nabrak”

Sebelah kanan

“ayo tolongin kakeknya kasihan tau, buruan”

Kenapa ane bingung, soalnya saat kejadian ada orang berdiri di sebelah jalan, pria tepatnya. Pria itu malah ngibrit lari. Nah bikin bingung kan?

Aku nyamperin itu kecelakaan tapi juga bingung mau nolongin apa, yang nabrak juga malah lari-lari ngejar anjingnya, yang mungkin kaget juga tu anjing majikannya nabrak orang. 5 menit lebih korban tergeletak di tengah jalan yang cukup terik itu, mana orang-orang di daerah situ nggak nolong-nolongin lagi. Alesannya

“ra wani aku nek kui”

Ya allah tambah bingung kan ane?mau nolongin korbannya apa kagak. Ane nyamperin tapi minggirin motor yang nabrak dulu. Trus ada orang pake motor su*ra EKS turun dari motor SOK GAGAH GITU. Dia nyamperin yang nabrak.

Ni orang malah nyamperin yang nabrak tu gimana sih, nolongin korbanya dulu kek. Haduh dilema kuadrat. Aku ngliat kepala kakek itu luka dan ngluarin darah

HADOOOOHHH PIYE IKI

(sebelumnya percaya nggak percaya nih ye ane tu sering nulis-nulis cerpen geje (gak jelas),dan semuanya belum ada endingnya, 2 cerpen ane tu ada cerita tentang tokoh utama ngliat tabrakan trus ditolong sama si tokoh utama)

Trus akhirnya ada yang ngangkat korban ke pinggir, ke tempat yang lebih teduh. Dan aku nelanjutkan perjalanan menuju rumah, di sepanjang perjalanan aku, terngiang-ngiang banget gimana kecelakaan itu terjadi. Satu hal yang bikin aku nyesel kenapa kakeknya nggak aku tolongin, sumpah aku nyesel banget.

 

Guru Era Baru

Standar

sir-dedi-dwitagamaKali ini aku bakalan ngeshare tentang acara yang kutonton kemaren tepatnya di hitam putih. Ada yang menarik waktu aku nonton acara hitam putih yaitu  bintang tamunya adalah seorang guru, bukan sembarang guru tentunya. Namanya Dedi Dwitagama beliau adalah pemenang Guru Era baru yang diselenggarakan oleh Acer.menarik  banget mendengarkan kiprah beliau, secara ane kan juga calon guru, guru era baru apa sih guru era baru itu guru yang berubah sesuai jaman, dari interview yang dilakukan sama Dedy Corbuzier 2 kalimat yang sangat ane inget

 

 

  1. Guru harus bisa membuat anak memenangi jamannya

Kalo senangkep ane maksudnya tu sebagai guru tu harus punya pemikiran yang selalu up to date, nggak kolot mulu. Hari gini masih ngajar pake papan tulis kapur? Haduh udah nggak jaman deh, anak jaman sekarang pinternya melebihi gurunya. Ya seperti yang dibicarakan pak dedi

“tahun 2000 itu model pembelajaran yang dilakukan adalah dengan presentasi”

Wot 2000? Haduh jaman segitu laptop alias komputer jinjing masih selangit.  Pak dedi tu orang yang uptodate beliau ngajar pake twitter and facebook bo’. Beliau nugasin bikin kicauan di twitter sebanyak 80 yang berisi tentang kecerdasan manusia. Alesannya sederhana

“daripada mereka ngetweet yang galau-galau kan mending ngetweet yang berguna, ya kayak tugas yang saya kasih ini”

Saiiiidddd mamen. Di satu sisi ane mikir juga prosedur pembelajaran kayak gitu nggak bisa dilakukan disetiap sekolahan sumber daya manusia tiap daerah itu berbeda. Gimanapun juga metode pembelajaran yang dipakai di suatu instansi sekolah itu harus disesuaikan dengan kemampuuan yang ada. Aseeek.

  1. Sekolah yang baik harus bisa membuat anaknya mengalami banyak hal.

Artinyaa…. semakin banyak ekskul yang ada di sebuah sekolah maka anak-anak juga makin berkembang keterampilannya. Jangan nyepelein anak yang lemah di bidang akademis, justru melalui ekskul kemampuan non akademis bisa keliatan. Banyak kan orang-orang sukses yang memiliki nilai akademis yang rendah? Intinya, ketika semua manusia di muka bumi ini pasti punya kelebihan, Allah menciptakan Manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nggak ada manusia yang seutuhnya sempurna dan nggak punya kekurangan.

Nah intinya kalo menurut ane, perubahan zaman tu boleh-boleh aja, tetapi kalo nggak diimbangin dengan pemerataan SDM sama aja, yang maju tambah maju, yang mundur ya tambah mundur. So buat kalian calon guru kita harus bisa memeratakan SDM yang tinggi, sehingga kemajuan yang ada bisa dicapai semua orang. Termasuk di daerah pelosok. Oke sist.

 

NEED A JUSTICE

Standar

Jujur kecewa juga kalo ada temen yang sukses dengan cara nyontek. Hadeh dapet pengawas yang killer ada senengnya ada sedihnya juga, senengnya

Enak nya dapet pengawas killer:

  1. Anak yang suka nyontek jadi pada nggak berani nyontek
  2. Ngrasa adil, kalo nggak bisa ya nggak bisa semua
  3. Yang bener-bener pinter bakalan keliatan banget

Nggak enaknya kalo pengawasnya terlalu gampang

  1. Yang tukang nyontek tambah seneng
  2. Yang pinter nilainya bisa lebih rendah dari yang nyontek
  3. Bikin sakit ati orang yang bener-bener belajar
  4. Nggak munafik juga sih aku, kalo pengawasnya killer nggak bisa nanya.

Menurut ku nyontek sama nanya, mending nanya soalnya kalo nanya nggak ada barang bukti yang bisa memberatkan kita kalo ketauan nyontek. Fakta menunjukkan kalo orang yang nyontek itu, egois.

Trus istilah POSISI MENENTUKAN PRESTASI MEMANG BENAR ADANYA, DAN ITU ADALAH FAKTA

Logikanya ginin ya, orang yang nggak pinter amat waktu ujian duduk di depan, SAYA JAMIN NILAINYA BIASA AJA,

TAPI kalo waktu ujian duduknya di belakang PASTI NILAINYA BAGUS, DIJAMIN.

Menurutku IP dijaman sekarangg tu haduh ya ALLAH nggak dijamin murni, IP tinggi tapi tukang nyontek kasihan ntartempat kerja yang menerima dia hasil kerja nggak sesuai sama IP.  Kalo aku ujian nggak bisa ya udah mau ngomong apa?pasrah. tipe dosen itu menentukan kualitas belajar saat ujian, belajar dengan semangat kalo

  1. Dosen ngasih materi jelas
  2. Ngasih nilai tu adil
  3. Dosen tau karakter mahasiswanya ( tau mana yang bener-bener bisa, sama yang pinternya Cuma abal-abal)

Nggak semangat belajar kalo

  1. Dosennya  nggak jelas ngasih materi
  2. Dosen nggak pernah tatap muka langsung
  3. Ngasih nilai nggak adil

Kesalahan yang terjadi saat ujian adalah, HAPE, HAPE  nggak diperiksa, masih dikantongin atau udah ditarok ditas, kalo masih dikantongin indikasi nyontek ada tuh.

Trus tempat pensil, tempat pensil adalah sarang contekan. Nggak percaya silahkan buktikan sendiri kalo jadi pengawas.

KAPAN KEADILAN BISA DITEGAKAN?

Saya nggak ngrasa pinter SMART or everything but I NEED JUSTICE

 

Come to PANTI ASUHAN

Standar

Tanggal 21 desember 2012

541938_3490981613276_1864119757_nkelas ku berkunjung ke panti asuhan dalam rangka tugas psikologi pendidikan,excited  banget sih enggak juga soalnya panti yang dikunjungi ternyata panti cowok2 bo’, kalo panti cewek cowok kan kite sebagai kaum hawa bisa nyumbang baju ya nggak bo’, tapi ya udahlah nyarii pahala gitu, panti asuhan yang kami kunjungi ada di daerah bantul deket soto pak bloon langganan buapakk saya, hahaha,, sebenernya aku sering lewat plang menuju panti itu, tapi ya namanya orang jalan nggak ngeh kan kalo ada plang panti asuhan, mungkin pernah lihat tapi nggak inget juga dimana pernah ngelihatnya (halah ngomong apa sih, kok jadi ngelantur), oke dari kampus janjian jm setengah 4 kumpul trus jam 4 berangkat, tapi ya allah hujan gerimis yang berhenti,ujan,berhenti,ujan, bikin rencananya amburadul. Tau kita berangkat jam berapa?jam setengah 5 an, we o we (Baca WoW) banget kan, emang jam indonesia tu NGARET, kebiasaan banget. Oke lanjut, berangkat ke kampus, udah pada di depan perpus duduk-duduk kayak orang ilang haha, lama juga loh nungguin yang lain sampe ada yang beli gorengan dan juga hujan yang tadinya berhenti, jadi hujan lagi, beuhhh. Cobaan banget. Dosennya pun dateng, soalnya habis ngajar gitu, dosennya dateng masih aja hujan, sempet kepikiran buat ngebatalin acara, WOT, pikirku ooo tidak bisa, anak kuliahan kalah ama ujan gitu, no way. Pokokknya harus tetep berangkat (dalem ati aja aku ngomongnya,nggak keras-keras hehe). Aku sama anik temenku mutusin balik ke kost ambil jas hujan dulu, ya buat jaga-jaga hujan kan nggak bisa diprediksi, berguna sukur nggak juga gak papa. Oke next sebelum ambil jas hujan nanya dulu sama ketuanya ”mas hadi ntar rutenya lewat mana”

dijawab ”selarong”

aku ganti jawab” ya udah aku tunggu depan toko buah deket ambarbinangun ya”

”oke”, jawab mas hadi.

nah habis ambil jas hujan tu langsung dah menuju ke depan toko buah, nungguin deh aku ma anik disana, agak lama juga sih. Trus indra sms

‘pung aku ambil jas hujan dulu di kost dulu ya?”

Beberapa menit kemudian indra nongol. “tak njupuk mantrol sipek”

“oke”

603366_3496007098910_1941274586_n

Habis indra ambil jas hujan perasaan lama banget anak-anak yang lain ditungguin, dari tadi nggak berangkat berangkat. Duh kebiasaan deh janjian jam berapa berangkat jam berapa. 10 menit aku nunggu sama anik,indra, sama ismi, akhirnya mereka berangkat, lewat jalan selarong dengan jalan yang naik turun berkelok-kelok ditambah cuaca yang habis hujan, pusing deh aku, untuk bawa minyak angin, sesampainya di panti. Hal pertama yang aku ucapin

“ooooo ini to tempatnya”

Pengurus panti mempersilahkan kami masuk ke dalam masjid, pertamanya sih masih pada malu-malu gitu mau masuk, tapi akhirnya masuk juga.

Acara pun dimulai, ani didaulat jadi mc, dia ngajak aku, lahh aku aja pusing gini aku aja pake minyak di jidat.

“pungg temenin aku”

“akuu pusingg gini nikk,,, teninn ra ngapusi aku”

Akhirnya anik ngajak novi, aku duduk di bangku penonton.

Satu persatu acara dimulai dengan kondusif sampe acara perkenalan anak panti dimulai dan perutku mulai keroncongan bener-bener keroncongan, mana pusingku kumat lagi nih, hadeh. Waktu acara games aja aku lemes, banget. Ngomong sama indra.

“ndra kapan pulang?ngeleh ki tenin ngeleh tenan aku”

“aku yo ngeleh ki”

Games nya seru sih, anak-anak panti pada excited gitu. Gamesnya diadain habis magrib, ternyata eh ternyata habis magrib pun nyampe isya’ itungannya lama banget kan, habis games selesai bagi-bagi doorprise ya standart lah buku,pena, dan makanan kecil. Acara diakhiri dengan memberikan sedikit rejeki untuk panti yang diharapkan bisa membantu.

JAGO nyebelin

Standar

JAGO nyebelin

Gilakkkk jago ku nyebelin banget, beraninya sama majikan kalo jago aku tu manusia pasti udah berkacak pinggang sambil ngangkat dagunya trus ngomong

”kenapa?masalah buat lo?”,

ceritanya gini, sore-sore tu ye ane lagi di dapur ehh ada telor asin nongkrong di meja dapur, ane comot deh tu telur asin, trus ane belah pake sendok, ”krekkk” bunyi telor asinnya waktu dibelah, comot deh pake sendok, trus masuk ke mulut ”happ, nyam-nyam-nyam”, diem ngrasain telurnya, kok gak enak gini sih kayk gimana gitu. Ditinggal entar dimarahin emak,

”sopo iki mangan ndog ra dientekke” hihihi gitu kalo emak ane marah.

Trus ya udah daripada ntar dimarahin rencananya mau ane kasih ke ayam, keluar rumah deh nyari ayam di belakang rumah, eh ada jago bapak ane lagi jalan-jalan aku panggil deh ”kur-kur-kur”, dateng deh jagonya, timbul niat isengku ngerjain nih jago, aku kasih telur asinnya di depan jagonya trus aku ambil lagi, eh jagonya marah kakinya dihentakkin gitu, kaget aku trus aku mau dipatok habis mau matok telurnya nggak jadi gara-gara aku isengin, spontan aku lempar telur asinnya eh jagonya malah ngejar aku, untung tu jago susah jalan, gara-gara kegedean badan,ya allah aku takut nya takut-takut geli gimana aku, aku lari ngibrit ke dalem rumah,eh emak aku lihat trus nanya

”ngopo mlayu-mlayu ki”

aku jawab,”diuyak jago”

”gur jago kok wedi”, eh eh eh emak ane ngremehin, trus aku jawab lagi

”la jagone tak bebedo”

”salahe dibebedo”, jawab emak aku.

hhe iya juga ya, tapi kan nggak sepenuhnya salah aku, sapa tau jagonya lagi sensi, makanya kayak gitu. Seumur-umur baru kali ini punya jago nyebelinnya minta ampun.

23/desember/2012

I GOT C

Standar

aishhh tugas bejibun, duitnya nggak bejibun, bikin tugas tu butuh duit tapi kenapa duit gue cuma dikit gini yak… but my live is must go on, sebenernya ngrasa capek. tapi ngomong capek-capek terus tu gak guna. jadi ya jalanin aja. ngejalanin ini aku juga nggak setengah setengah tapi aku ngejalaninya dengan  full of power full full of my heart full of anything, but do you know aku pernah dapet nilai C, yup for the first time a get grade C ,OMO, EOTTOKE. rasanya kayak dikasih bogem mentah. i remember when i’m presented my task in front of my class, aku perform dengan cukup baik, dan bahkan aku juga njawab pertanyaan. doyou know it?berusaha dengan maksimal and you got C?heh?it’s hurt RIGHT?

derita anakanak kost

Standar

apes dah apes duit yang rencananya mau aku pake buat refreshing malah nggak jadi, jujur nih jadi anak kost hal yang paling SUSAH adalah mengelola uang bulanan, aku rasa semua anak kos6t ngalamin hal kayak gini. haahah. mau makan aja mikir, anak kost punya kriteria makan

1. ENAK

2.MURAH

3.BANYAK

3 kriteria di atas susah banget didapet buat anak kost. hari ini aja aku habis makan soto depan kampus. fiuhh harganya naik 500 perak aja bikin ngap. eleh eleh. seminggu seratus ribu, dan aku hal yang paling berat adalah di pulsa, pulsa hapelah modemlah. kalo soal belanja baju kebutuhan sehari-hari aku masih bisa handle alias masih bisa ngerem. but kalo pulsa i can’t . belajar prihatin, haduh bo’ susahnya minta ampun. ini aja jarak dari rumah ke kost masih 30km gimana kalo aku bener-bener merantau coba, bisa makan laok garam aku.