PEDOMAN PENDIDIKAN  dan PELATIHAN PROFESI GURU (PLPG)

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran

Dosen Pembimbing : Heri Supriyana, S.Pd

 logowarna

Disusun oleh

Diah Purtisari              11144600092

Ita Eliyana                   11144600102

Lya Wahyuningsih      11144600106

Dwi Indrawati              11144600112

Ani Widyastuti             11144600117

A3-11

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2012

 

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik, dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga makalah kami yang berjudul “Pedoman dan Pelatihan Profesi Guru” dapat terselesaikan dengan baik.

Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak terutama teman-teman yang telah membantu baik moril maupun spirituil sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Juga ucapan terima kasih kami sampaikan kepada yang terhormat

  1.  Bapak Heri Supriyana, S.Pd selaku Dosen Pengampu Matakuliah Media Pembelajaran yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan makalah  ini.

Ibarat pepatah “Tak ada gading yang tak retak”, begitu pula dengan makalah ini kami yakin masih banyak kekurangan-kekurangannya. Untuk itu kami mengharapkan saran-saran yang sifatnya membangun guna menyempurnakan makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan prestasi.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat menjadi amal ibadah kami dalam mengemban amanah Allah SWT. Amin

Yogyakarta, 1 Desember 2012

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………….. ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………… 1

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………….. 1
  2. Tujuan ……………………………………………………………………………………………………. 2
  3. Manfaat …………………………………………………………………………………………………. 3

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………………………. 4

  1. Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Guru …………………………………… 4
  2. Rambu-rambu Penyelenggaraan ………………………………………………………………. 5
  3. Tata Tertib PLPG Rayon 11 ……………………………………………………………………… 8
  4. Upaya Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Sosial…………………………….. 13
  5. Rambu-rambu Ujian PLPG …………………………………………………………………….. 17
  6. Formulir Kesediaan/Konfirmasi Mengikuti PLPG ………………………………………. 19

BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………… 20

  1. Implikasi di Lapangan …………………………………………………………………………….. 20
  2. Kesimpulan …………………………………………………………………………………………… 21
  3. Saran …………………………………………………………………………………………………… 21

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………………… 22

LAMPIRAN ……………………………………………………………………………………………………… 23

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.  Latar Belakang

Kegiatan pelatihan bagi guru pada dasarnya merupakan suatu bagian yang integral dari manajemen dalam bidang ketenagaan di sekolah dan merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru sehingga pada gilirannya diharapkan para guru dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dengan kata lain, mereka dapat bekerja secara lebih produktif dan mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. Alan Cowling & Phillips James (1996:110) memberikan rumusan pelatihan sebagai: “perkembangan sikap/pengetahuan/keterampilan pola kelakuan yang sistematis yang dituntut oleh seorang karyawan (baca : guru) untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan memadai”. Penyelenggaraan program pelatihan dapat bermanfaat baik untuk sekolah maupun guru. Menurut Sondang Siagian (1997:183-185) manfaat pendidikan dan pelatihan sekolah setidaknya terdapat tujuh manfaat yang dapat dipetik, yaitu:

  1. peningkatan produktivitas kerja sekolah sebagai keseluruhan;
  2. terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan;
  3. terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat;
  4. meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam prganisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi;
  5. mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif;
  6. memperlancar jalannya komunikasi yang efektif; dan
  7.  penyelesaian konflik secara fungsional.

Sedangkan manfaat pelatihan bagi guru, diantaranya :

  1.  membantu para guru membuat keputusan dengan lebih baik; \
  2. meningkatkan kemampuan para guru menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya;
  3. terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional;
  4. timbulnya dorongan dalam diri guru untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya;
  5. peningkatan kemampuan guru untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri;
  6. tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para guru dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual;
  7. meningkatkan kepuasan kerja;
  8.  semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang;
  9. makin besarnya tekad guru untuk lebih mandiri; dan
  10. mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan.

Selanjutnya, pada bagian lain Alan Cowling & Phillips James (1996:110) mengemukakan pula tentang apa yang disebut learning orgazanizaton atau organisasi yang mau belajar. Dalam hal ini organisasi diperlakukan sebagai sistem (suatu konsep yang akrab disebut systems theory) yang perlu menanggapi lingkungannya agar tetap hidup dan makmur. Menurut pandangan ini, sebuah organisasi akan mengembangkan suatu kemampuan untuk menanggapi perubahan-perubahan di dalam lingkungannya, yang memastikan bahwa trasformasi internal terus-menerus terjadi.

Dengan demikian, suatu organisasi atau sekolah yang mau belajar dapat dikatakan sebagai suatu organisasi yang memberikan kemudahan kepada anggotanya untuk melakukan proses belajar dan terus-menerus mengubah dirinya sendiri. Salah satu wujud sekolah sebagai learning organization adalah adanya kemauan belajar dari para guru untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya, dan salah satunya melalui kegiatan pelatihan. Dengan demikian, upaya belajar tidak hanya terjadi pada kalangan siswa semata.

  1. B.  Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui Pedoman dan Implikasi Pendidikan dan Pelatihan profesi guru bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Tujuan PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru sendiri adalah mendapatkan tanda bukti gelar “Guru Profesional” guna menambah penghasilan guru melalui tunjangan profesi sebagai peningkatan taraf ekonomi dan kesejahteraan hidup guru-guru.

Setelah sertifikasi maka ada tunjangan yang cukup besar dalam triwulan tentu dengan kerja yang berbeda ke arah penggunaan kompetensi sebagai seorang guru profesional sehingga tanggung jawabnya terhadap keberhasilan siswa akan menjadi jauh lebih besar seiring harapan peningkatan pendidikan nasional melalui sistem sertifikasi guru ini.

Iming-iming peningkatan penghasilan per bulan sudah tentu harus melewati tahapan-tahapan yang tidak semudah membalikkan telapak tangan, gelar “Profesional” yang akan didapat setelah PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru akan menuntut diri bagaimana menjadi seorang guru yang profesional. Selain itu persaingan yang semakin ketat dalam setiap tahunnya akan menjadi tantangan tersendiri.

Lalu bagaimana dan apa saja yang akan atau dijadikan persiapan dalam mengikuti program sertifikasi guru 2012 melalui PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru, yang terutama adalah fisik dan mental dimana saat PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru berlangsung sama saja kerja ekstra untuk mengoptimalkan perolehan kompetensi yang ada dalam diri guru.

Sebagai bayangan PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru sama halnya dengan Pendidikan ABRI dan Polisi / POLRI, yang membedakan adalah bidang masing-masing yang diguluti, bila Pendidikan ABRI dan Polisi / POLRI yang dilatih adalah kekuatan fisik namun pada PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru yang dilatih adalah kekuatan diri dan keterampilan sebagai seorang guru tentang bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswanya yang tentu cara berpikirnya masih sederhana dan berbeda dengan seorang guru.

Setelah PLPG atau Pendidikan dan Latihan Profesi Guru tidak ada lagi keegoisan guru yang mengutamakan sudut pandangnya untuk memaksakan siswa mengikuti cara berpikir guru, ini tidak sesuai dengan teori belajar, padahal apabila guru itu mampu dan terampil memandang dari kacamata siswa sudah tentu belajar dan pembelajaran menjadi lebih mudah, juga akan membuat waktu yang digunakan menjadi lebih efektif dan efisien.

  1. C.  Manfaat
    1. Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimsl skor kelulusan melalui penilaian portofolio.
    2. Untuk mennetukan kelulusan peserta sertifikasi guru melalui uji kompetensi di akhir PLPG.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.  Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Sertifikasi Guru

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan guru adalah  pendidik professional, termasuk guru bimbingan konseling ( guru BK) yang pada uraian ini selanjutnya disebut guru. Untuk itu, guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana atau Diploma IV (S1/D-IV) yang relevan dan menguasai kompetensi sebagaimana dituntut oleh Undang-undang Guru dan Dosen.

Seritifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan  meningkatkan mutu layanan bimbingan konseling bagi guru BK yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 18 Tahun 2007, alur pelaksanaan sertifikasi bagi guru dalam jabatan disajikanm dalam Gambar 1

Gambar 1. Alur sertifikasi bagi guru dalam Jabatan Melalui Penilaian Portofolio

Peserta sertifikasi melalui penilaian portofolio yang belum mencapai skor minimal kelulusan, diharuskan

  1. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi pendidik untuk melengkapi kekurangan portofolio, atau
  2. Mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diakhiri dengan ujian.

Untuk menjamin standarisasi mutu proses dan hasil PLPG, maka perlu disusun rambu-rambu penyelenggaraan PLPG. Berikut Rambu- rambu dalam Penyelenggaraan PLPG

  1. B.  Rambu-rambu Penyelenggaraan PLPG
    1. 1.    DASAR HUKUM

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai upaya meningkatkan profesinalitas guru dan meningkatkan mutu layanan dan hasil pendidikan di Indonesia diselenggarakan berdasarkan landasan hukum sebagai berikut.

a)        Undang-undang  RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b)        Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

c)        Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

d)        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2005 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik

e)        Fatwa/Pendapat Hukum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. I. UM.01.02-253

f)         Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan melalui jalur pendidikan

g)        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan melalui jalur pendidikan

h)        Pedoman Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

  1. 2.    TUJUAN

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) memiliki tujuan sebagai berikut

a)      Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan melalui penilaian portofolio

b)      Untuk menentukan kelulusan peserta sertifikasi guru melalui uji kompetensi di akhir PLPG

  1. 3.    PESERTA

Peserta PLPG adalah guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan melalui penilaian portofolio dan direkomendasikan untuk mengikuti PLPG oleh Rayon LPTK penyelenggara sertifikasi bagi guru dalam jabatan.

  1. 4.    PENYELENGGARA

Penyelenggara PLPG dilakukan berdasarkan proses baku sebagai berikut.

a)          Pembelajaran PLPG diawali tes kemampuan awal sesuai bidang studi/mata pelajaran.

b)          PLPG diselenggarakan dengan bobot 90 Jam Pertemuan (JP), dengan alokasi 30 JP teori dan 60 JP praktik. Satu JP setara dengan 50 menit.

c)          PLPG dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi guru dalam jabatan yang telah ditetapkan pemerintah.

d)          Pelaksanaan PLPG bertempat di LPTK atau di kabupaten/kota dengan memperhatikan kelayakannya (representatif dan kondusif) untuk proses pembelajaran.

e)          Rombongan belajar (rombel) PLPG diupayakan satu bidang keahlian/mata pelajaran. Dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan (dari segi jumlah) rombel dapat dilakukan berdasarkan rumpun bidang studi/mata pelajaran.

f)           Dalam satu rombel maksimal 30 orang peserta, dan dalam satu kelompok peer teaching maksimal 10 orang peserta.

g)          Instruktur peer teaching terdiri atas 2 orang.

h)          Dalam proses pembelajaran, instruktur menggunakan multimedia dan multi metode yang berbasis pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)

i)            PLPG diakhiri uji kompetensi yang mengukur kompetensi dasar peserta dengan mengacu pada rambu-rambu pelaksanaan PLPG. Uji kompetensi meliputi uji tulis dan uji kinerja (praktik pembelajaran)

j)            Ujian tulis pada khir PLPG dilaksanakan dengan pengaturan tempat duduk yang layak dan setiap 30 peserta diawasi oleh dua orang pengawas

k)          Ujian praktik dilaksanakan terpadu dengan kegiatan peer teaching pada penampilan ketiga.

l)            Penentuan kelulusan peserta PLPG dilakukan secara objektif dan didasarkan pada rambu-rambu penilaian yang telah ditentukan.

m)         Peserta yang lulus mendapat sertifikat pendidik, sedangkan yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sebanyak-banyaknya dua kali.

n)          Pelaksanann ujian diatur oleh LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dengan mengacu rambu-rambu ini.

  • o)          Peserta yang belum lulus pada ujian ulang yang kedua diserahkan kembali ke dinas pendidiakan Kabupaten/kota untuk dibina lebih lanjut.
  1. 5.    MATERI

Materi PLPG disusun dengan memperhatikan empat empat kompetensi guru, yaitu:

  1. Pedagogik;
  2. Profesional
  3. Kepribadian, dan;
  4. Sosial

Standarisasi kompetensi dirinci dalam materi PLPG ditentukan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi dengan mengacu pada rambu-rambu yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti/Ketua Konsorsium Sertifikasi Guru dan hasil need assesment.

  1. 6.     INSTRUKTUR

Instruktur PLPG direkrut dan ditugaskan oleh Ketua Rayon LPTK Penyelenggara dengan syarat-syarat sebagai berikut.

  1. Warga Negara Indonesia yang berstatus sebagai dosen pada Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi. Dalam hal Rayon LPTK tidak mempunyai bidang studi yang relevan maka dapat meminta bantuan rayon lain.
  2. Sehat jasmani/rohani dan memiliki komitmen, kinerja baik, serta sanggup melaksanakan tugas.
  3. Berpendidikan minimal S2 (dapat S1 dan S2 kependidikan; atau S1 kependidikan dan S2 nonkependidikan; atau S1 nonkependidikan dan S2 kependidikan). Khusus untuk guru bidang kejuruan, instruktur dapat berkualifikasi S1 dan S2 nonkependidikan yang relevan dan memiliki Akta V atau sertifikat Applied Approach.
  4. Memiliki penngalaman mengajar pada bidang yang relevan sekurangkurangnya 10 tahun, khusus bagi instruktur pelatihan guru BK diutamakan memiliki pengalamanmenjadi konselor.
  5. Instruktur peer teaching diutamakan yang memiliki Nomor Induk Asesor (NIA) dan memiliki pengalaman menjadi instruktur/narasumber/fasilitator pada bidang yang relevan.
  6. 7.    UJIAN

Penyelenggaraan PLPG diakhiri dengan ujian yang mencakup ujian tulis dan ujian kinerja (praktik pembelajaran bagi guru atau praktik bimbingan dan konseling bagi guru BK). Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik, ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial juga dinilai melalui penilaian teman sejawat.

Keempat kompetensi ini juga bisa dinilai selama proses pelatihan berlangsung. Ujian kinerja dalam PLPG dilakukan dalam praktik pembelajaran bagi guru kelas/guru bidang studi dan praktik konseling bagi guru BK. Rambu-rambu Ujian PLPG disajikan pada Lampiran 8.

  1. 8.    UJIAN ULANG

Ujian ulang diperuntukkan bagi peserta sertifikasi yang tidak lulus uji kompetensi di akhir PLPG. Ujian ulang pada hakikatnya sama dengan ujian pertama yaitu meliputi ujian tulis dan atau ujian praktik. Dalam kondisi tertentu (jumlah peserta dalam rombel sedikit), maka ujian praktik (yang belum memenuhi skor minimal) dapat menggunakan kelas lain sesuai dengan kondisi setempat, misalnya melibatkan panitia dan atau instruktur sebgai siswa.

  1. 9.    KETENTUAN LAIN

PSG Rayon LPTK membuat panduan teknis pelaksanaan PLPG untuk menjamin standarisasi isi (materi), proses, pengelolaan, penilaian, dan lulusan.

  1. 10.   PENUTUP

Terima kasih banyak atas partisipasinnya dalam PLPG ini. Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para guru untuk memperluas pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Jika ada hal-hal yang belum jelas silahkan hubungi panitia.

  1. C.  Tata Tertib PLPG Rayon 11

Tata tertib ini meliputi hak dan kewajiban peserta PLPG serta beberapa konsekuensi yang menjadi ikutannya.

  • Tata Tertib Administrasi
  • Tata Tertib Akademis
  • Tata Tertib Akomodasi dan Konsumsi
  1. Tata Tertib Administrasi

Peserta PLPG yang diundang harus segera meapor kepada panitia penyelenggara dan menyerahkan kelengkapan berkas administrasi yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam surat undangan pelatihan/pemberitahuan.\

  1. Tata Tertib Akademis

–       Tata Tertib Mengikuti Pelajaran

  1. Peserta wajib membawa literatur yang relevan dengan bidangnya.
  2. Peserta wajib mengikuti seluruh program diklat termasuk ujian.
  3. Pesrta harus hadir 15 menit sebelum diklat mata pelajaran dimulai. Peserta yang terambat (maksimum 5 menit) itidak diperkenakan memasuki ruang kelas sampai jam istirahat berikutnya.
  4. Semua peserta wajib berpakaian rapi, berseragam (atas putih dan bawah gelap), sopan dan tidak mencolok.
  5. Bagi peserta pria diwajibkan memkai dasi.
  6. Peserta tidak diperkenankan memakai sandal selama diklat berlangsung.
  7. Selama diklat berlangsung, peserta wajib mengenakan identitas peserta diklat.
  8. Setiap peserta wajib menandatangani daftar hadir pada sessi pagi, siang dan malam. Daftar hadir disiapkan oleh Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  9. Apabila peserta berhalangan atau tidak dapat hadir, diwajibkan membuat surat keterangan yang dilampiri dokumen pendukung (jika ada) dan disampaikan kepada Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  10. Bagi peserta yang tidak menandatangani daftar hadir selama satu hari tanpa keterangan, dianggap membolos dan akan dikenai sanksi berupa pemotongan nilai sebesar 10% dari nilai ujian untuk setiap mata pelajaran yang bersangkutan.\
  11. Jumlah minimal kehadiran selama program Diklat berlangsung adalah 80%. Apabila ketidakhadiran peserta melebihi 20% dari keseluruhan Diklat, maka peserta dinyatakan gugur dan tidak berhak memperoleh sertifikat.
  12. Selama diklat berlangsung, peserta dilarang mengaktifkan handphone.
  13. Peserta wajib memelihara kebersihan ruang kelas dan kamar, ketertiban, dan sopan santun.
  14. Semua peserta wajib mentaati semua ketentuan penyelenggaraan diklat dari Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.

– Tata Tertib Ujian

a)    Peserta harus hadir 15 menit sebelum ujian dimulai. Terlamabt 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperkenankan mengikuti ujian.

b)    Peserta wajib mematuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.

c)    Peserta dilarang membawa buku, kalkulator ataupun catatan lain pada saat ujian berlangsung, kecuali ditentukan lain.

d)    Peserta wajib menjaga ketenangan dan ketertiban selama ujian berlangsung.

e)    Selama ujian berlangsung, peserta dilarang mengaktifkan handphone.

f)     Peserta dilarang melakukan segala bentuk kecurangan seperti mencontek atau bekerjasama dengan peserta ujian lainnya. Apabila terbukti melakukan kecurangan , maka akan dinyatakan gugur pada mata pelajaran yang diujikan.

– Tata Tertib di Wisma

  1. Seluruh peserta harus tinggal diasrama yang disediakan oleh Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  2. Peserta wajib berpakaian rapi, sopan dan tidak mencolok selama berada di wisma.
  3. Peserta dilarang membuat kegaduhan yang dapat mengganggu penghuni lainya.
  4. Peserta dilarang memasuki kamar peserta lain yang berbeda jenis kelamin.
  5. Peserta dilarang berada di luar kamar di atas pukul 23.00 WIB.
  6. Peserta dilarang membawa minuman keras, narkoba, binatang peliharaan, maupun hal-     hal lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
  7. Peserta dilarang menerima tamu di kamar.
  8. Peserta yang akan meninggalkan penginapan sebelum diklat selesai harus seijin dari         Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  9. Waktu makan bagi peserta sebagai berikut :

i.    Makan pagi      : 06.30 – 07.30 wib

ii.    Makan siang    : 12.00 – 13.00 wib

iii.    Makan malam  : 18.00 – 20.00 wib

  1. Peserta wajib memelihara kebersihan, ketertiban, dan sopan santun.
  2. Peserta wajib mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan wisma penginapan.
  3. 3.    Tata Tertib Bagi Instruktur
    1. Para instruktur wajib memenuhi jadwal waktu pelaksanaan diklat yang telah ditetapkan.
    2. Para instruktur wajib menggunakan modul diklat  ( Buku Peserta, Buku Instruktur, Rencana Pembelajaran, bahan presentasi, dan bahan-bahan pembelajaran lainya ) yang telah disediakan dan ditentukan oleh Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru rayon 11.
    3. Para instruktur diwajibkan memberitahukan kepada Divisi Diklat Sertifikasi Guru Rayon 11 apabila :

1)    Tidak akan menggunakan sebagian dari yang ditentukan dalam modul diklat yang telah ditetapkan.

2)    Menggunakan materi tambahan selain telah ditentukan dalam modul diklat dan menyampaikan materi tersebut sehari sebelum pelaksanaan diklat kepada Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.

3)    Di luar hal-hal yang telah ditentukan dalam modul diklat tidak diperkenankan untuk diajarkan.

  1. Dalam keadaan memaksa sehingga berhalangan hadir untuk mengajar, instruktur wajib memberitahukan dengan surat kepada Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  2. Para instruktur tidak diperkenankan menunjuk atau menguasakan kepada pihak lain untuk mengajar tanpa persetujuan Divisi Diklat Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
  3. Para pengajar wajib membubuhkan tanda tangan pada daftar hadir peserta.
  4. Penyampaian materi pelajaran tidak menyimpang dari SAP dan silabus yang ditentukan.
  5. Para instruktur wajib menjaga kerahasiaan soal/bahan ujian, jawaban soal dan hasil ujianya.
  6. Para instruktur wajib berpakaian rapi ( safari atau kemeja berdasi ).
  7. Para instruktur turut menjaga kedisiplinan dan menumbuhkan partisipasi aktif para peserta selama diklat berlangsung.

 

  1. 4.    Tata Tertib bagi Petugas Penyelenggara

Para petugas penyelenggara wajib :

  1. Mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk pelaksanaan diklat.
  2. Berpakaian rapi saat berada di lingkungan kelas selama berlangsungnya diklat.
  3. Memelihara ketertiban pelaksanaan diklat.
  4. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan diklat.
  5. Mengingatkan dan menegur peserta diklat apabila terbukti tidak mentaati tata tertib yang telah ditentukan.
  6. Menegur pesera diklat apabila terbukti melakukan kecurangan pada saat ujian berlangsung. Apabila hal tersebut tidak diindahkan, maka petugas berhak melakukan tindakan, seperti mengambil kertas jawaban sampai mengeluarkan peserta dari ruang ujian.
  7. Segera melaporkan kepada Penanggung Jawab Diklat, setiap ada perubahan program yang telah ditetapkan.
  1. 5.    Penilaian
    1. a.    Pengertian Penilaian

Yang dimaksud dengan penilain disini adalah pengukuran kemampuan daya serap atau penguasaan materi oleh setiap peserta diklat atas pengetahuan yang diterimanya. Penilaian ini dimaksudkan sebagai dasar penentuan lulus tidaknya setiap peserta diklat. Nilai dinyatakan dengan angka 0-100.

  1. b.    Pemberi Nilai

Yang berwenang memberikan penilaian atas prestasi peserta diklat adalah :

1)      Para instruktur  dalam bidang penguasaan materi dan atau para instruktur dalam bidang pelatihan simulasi studi kasus (  bila terdapat 2 orang instruktur dalam bidang yang sama )

2)      Petugas pemantau dalam bidang kedisiplinan, yang meliputi kehadiran, kerapihan, sikap dan ketaatan.

  1. 3.      Nilai Batas Lulus

Nilai tertimbang ( NT ) batas lulus bagi setiap peserta diklat adalah 70 ( tujuh puluh ).

  1. 4.      Pengumuman Kelulusan
    1. Berdasarkan nilai ujian yang diperoleh setiap peserta, ketua Divisi Penilaian menyampaikan laporan secara tertulis kepada ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11.
    2. Pengumuman tentang kelulusan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
    3. 5.      Penghargaan

Kepada setiap peserta yang dinyatakan lulus diberikan Sertifikat  Profesi Guru dan       peserta yang tidak lulus diberikan sertifikat keikutsertaan dalam diklat.

  1. 6.      Lain-lain
    1. Apabila ada diantara peserta yang menderita sakit segera menghubungi panitia penyelenggara untuk segera memperolah pengobatan/pertolongan seperlunya.
    2. Peserta diklat ikut bertanggungjawab atas kelancaran dan keberhasilan kegiatan.
    3. Panitia tidak menyediakan layanan jasa laundry atau telepon. Penggunaan telepon oleh peserta ditanggung oleh peserta. ( Panitia akan memberikan bantuan informasi tentang jasa laundry, travel, wartel, pemesanan tiket, tempat belanja, dll ).
    4. Semua keperluan pribadi peserta diluar yang disediakan panitia, sepenuhnya menjadi tanggungjawab peserta sendiri.
    5. Peserta diklat diharapkan ikut menjaga dan memupuk suasana kekeluargaan selama kegiatan berlangsung.
  1. D.  Upaya Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Sosial
  2. Prosedur

Peningkatan kompetensi kepribadian dan sosial dilakukan secara terpadu dengan kegiatan dalam diklat, antara lain melalui: (1) pelaksanaan pelatihan yang profesional, dan (2) pembiasaan berperilaku sebagai guru yang memiliki kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.

Pelaksanaan pelatihan yang profesional adalah pelatihan yang diselengggarakan sesuai dengan yang seharusnya, misal materi disiapkan dengan baik, instruktur sesuai dengan keahliannya, tempat pelatihan nyaman, dan pelatihan dilaksanakan sesuai jadwal. Pembiasaan berperilaku sebagai guru yang memiliki kopetensi kepribadian dan kompetensi sosial dilakukan dengan cara peserta selalu diingatkan secara lisan ataupun tulisan yang ditempel di tempat diklat bahwa mereka harus berpakaian rapi, berperilaku santun, dan mampu bekerjasama. Selain itu, kepada peserta diklat juga disampaikan bahwa mereka akan dinilai oleh teman sesama peserta diklat mengenai kompetensi kepribadian dan kompetensi sosialnya.

Agar dapat melakukan pennilaian kompretensi guru secara tepat. Kelas diklat dibagi menjadi beberapa keompok dengan 10 peserta setiap kelompok-nya (peer group). Setiap peserta diminta meranking 10 peserta dalam kelompok tersebut. Setiap rankingdapat ditempati maksimum dua peserta. Peserta diklat dinilai dengan cara diranking melalui butir-butir sebagai berikut.

1)         Kedisiplinan (ketaatan mengikuti tatatertib)

2)         Penampilan (kerapian dan kewajaran)

3)         Kesantunan berperilaku

4)         Kemampuan bekerjasama

5)         Kemampuan berkomunikasi

6)         Komitmen

7)         Keteladanan

8)         Semangat

9)         Empati

10)       Tanggung  Jawab

Hasil penilaian ini diserahkan ke Panitia atau penyelenggara diklat sebelum pelaksanaan ujian tulis.

  1. Lembar Penilaian Kompetensi Kepribadian dan Sosial

Rankinglah teman-teman dan sekaligus diri Bapak/Ibu sesuai dengan prestasi masing-masing selama mengikuti PLPG ini. Ranking satu berarti peserta PLPG ini merupakan peserta terbaik dalam aspek yang dinilai, sedang peringkat sepuluh berarti peserta merupakan peserta terburuk dalam kelompok.\

Cara Pengisian Matrik :

  1. Pahamilah sepuluh aspek yang dinilai,
  2. Tentukan terlebih dahulu aspek yang dinilai (misalnya: kedisiplinan),
  3. Isilah setiap sel pada aspek tersebut nomor peringkat (misalnya: E peringkat 1, J peringkat 2 dst). Setiap aspek hanya ada satu peringkat (kecuali jumlah peserta dalam kelompok lebih dari sepuluh, boleh mengisikan peringkat yang sama untuk dua peserta),
  4. Lanjutkan pada aspek lain, sampai aspek terakhir (tanggung jawab),
  5. Kemudian jumlahkan peringkat setiap peserta.
  6. Tuliskan nama dan tanda tangan penilai.

FORM LEMBAR PENILAIAN TEMAN SEJAWAT

No. Aspek yang dinilai Nama Peserta Dalam Kelompok
A B C D E F G H I J
1. Kedisiplinan (ketaatan mengikuti tatatertib)
2. Penampilan (kerapian dan kewajaran)                  
3. Kesantunan berperilaku                    
4. Kemampuan bekerjasama                    
5. Kemampuan berkomunikasi                    
6. Komitmen                    
7. Keteladanan                    
8. Semangat                    
9. Empati                    
10. Tanggung Jawab                    
Jumlah                    

sel

 

                                                                                             Penilai,

                                                                                                                            (………………………………………………)

LEMBAR PENILAIAN TEMAN SEJAWAT UNTUK UJIAN ULANG

Nama yang dinil          :  ……………………………………

Mata Pelajaran            :  …………………………………..

Waktu                            : ……………………………………

Tempat                          : …………………………………….

No. Aspek yang dinilai Skor (10 s/d 100)
1. Penampilan (kerapian dan kewajaran)
2. Kreativitas (mempunyai kiat-kiat mengajar)
3. Kesantunan berperilaku
4. Kejelasan dalam penyajian materi
5. Kemampuan berkomunikasi
6. Penguasaan materi
7. Alokasi /pemanfaatan waktu
8. Disiplin dalam menunaiklan tugas
Rerata
  1. E.  Rambu-rambu Ujian PLPG
  2. 1.    Ujian Tulis
a. Materi ujian Sesuai dengan materi yang diajarkan pada saat pelatihan. Materi PLPG adalah materi yang dipilih oleh sebagian besar calon peserta PLPG saat mereka diminta untuk menyatakan materi pembelajaran / materi konseling bagi guru BK yang dianggap sulit. Ujian akhir harus dapat memastikan bahwa peserta telah memenuhi standar kompetensi sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang No. 14/2005
b. Bentuk soal Pilihan ganda dengan 50-80 butir soal tergantung tingkat kesulitan butir, setiap butir memiliki 4 pilihan jawaban. Soal subjektif/pemecahan masalah 10-15 butir pertanyaan.
c. Waktu ujian 4 jp atau 200 menit
d. Kualitas soal Butir-butir soal harus berkualitas tinggi. Untuk itu, butir soal disusun sesuai dengan prosedur penilaian seperti yang tertuang dalam Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan atau paling tidak memenuhi langkah-langkah: (1) menyusun kisi-kisi, (2) menulis butir soal, (3) menelaah butir, (4) bila mungkin dilakukan uji coba dan analisis empirik, serta (5) mengeset soal.
e. Skor akhir Jumlah butir yang dijawab dengan betul dibagi dengan jumlah seluruh butir dalam soal dikalikan 100.
  1. 2.    Ujian Praktik Mengelola Pembelajaran/Melaksanakan Konseling
a. Materi Ujian Materi yang sebelumnya telah dilatihkan, yakni cara mengajarkan materi pembelajaran atau cara konseling bagi guru BK yang dilatihkan dan diujikan teori.
b. Bentuk ujian Tes kinerja, peserta diklat diminta mendemonstrasikan kemampuan mengajar atau kemampuan konseling bagi guru BK di depan peserta diklat*).
c. Instrument Digunakan Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran atau pelaksanaan konseling bagi guru BK dengan obsever instruktur yang memiliki keahlian yang relevan dan kompeten.
d. Waktu ujian 1 jp = 50 menit
e. Kualitas penapilan Intrument yang digunakan (Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran atau lembar penilaian pelaksanaan konseling bagi guru BK) telah diuji coba dan dinyatakan berkualitas tinggi. Instrument ini telah diketahui dan difahami oleh peserta sertifikasi guru.
f. Skor akhir ujian Skor yang diperoleh melalui pengamatan selama ujian praktik pembelajaran atau praktik konseling bagi guru BK.
  1. Penentuan Kelulusan dalam Diklat
    1. Skor Akhir Kelulusan (SAK) dirumuskan sebagai berikut

Keterangan

SAK : Skor Akhir Kelulusan

SAP : Skor Akhir PLPG

SPF : Skor Portofolio, diperoleh dari skor hasil penilaian portofolio dibagi 10

Keterangan

SAP : Skor Akhir PLPG

SUT : Skor Ujian Tulis (Skor Maks 100)

SUP : Skor Ujian Praktik Pembelajaran (Skor Maks 100)

SP : Skor Partisipasi dalam teori dan praktik pembelajaran (maks 100)

SS : Jumlah Skor dari sejawat (skor maks 100)

  1. peserta dinyatakan Lulus apabila SAK ≥ 70,00 dengan SUT tidak boleh kurang dari 60,00 dan SUP tidak boleh kurang dari 70,00.
  2. Apabila SAK belum mencapai skor 70,00 dikarenakan SPF rendah, maka peserta dapat mengikuti ujian tulis dan ujian praktik ulang untuk meningkatkan SAP
  3. F.  Formulir Kesediaan/Konfirmasi Mengikuti PLPG

Yang bertanda tangan dibawah ini saya

  1. Nama Lengkap
  2. Nomor Peserta
  3. Bidang Studi / Guru kelas
  4. Asal Sekolah
  5. Alamat Sekolah (termasuk Nomor telpon/HP, Faks, dan E-mail)
  1. Alamat Rumah (termasuk Nomor telpon/HP, Faks, dan E-mail)

Menyatakan _ BERSEDIA/ _ TIDAK BERSEDIA

Untuk mengikuti kegiatan dan menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya akan menaati tata tertib pelatihan.

………………………..,………….2013

Tanda Tangan

…………………………………………..

* coret yang tidak perlu

BAB III

PENUTUP

  1. A.  Implikasi di Lapangan

Informasi pelaksanaan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) 2012 untuk para guru calon peserta sertifikasi guru yang lulus Uji Kompetensi Awal (UKA) dijadwalkan akan berlangsung sekitar Juni 2012 nanti. Peserta sertifikasi guru yang tidak lulus UKA akan mengikuti diklat khusus.PLGP 2012 kali ini dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Berdasarkan hasil UKA yang dilaksanakan akhir Februari lalu, jumlah peserta PLPG 2012 adalah 249.001 orang.

Diakhir masa PLPG, akan dilakukan ujian kompentensi akhir. Bagi peserta yang lulus, akan mendapatkan sertifikat pendidik professional dan berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik (TPP). Tidak ada ketentuan kuota jumlah peserta PLPG yang lulus dan mendapatkan sertifikat. Namun pihak Kemdikbud telah menetapkan passing grade tertentu untuk kelulusan PLPG. Bagi yang belum lulus, harus mengikuti PLPG susulan.Menurut Kepala BPSDMP-PMP Kemendikbud Syawal Gulto, saat ini persiapan pelaksanaan PLGP periode 2012 terus dijalankan.

Pada pertengahan April mendatang pihaknya menandatangani kontrak pelaksanaan PLPG dengan seluruh LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan).Pelaksanaan PLPG Juni 2012Kontrak ini diperlukan mengingat LPTK adalah pihak yang terlibat teknis dalam pelaksanaan PLPG.

Setelah kontrak kerja ini ditandatangani, selanjutnya seluruh peserta PLPG 2012 siap untuk dididik dan dilatih. Alasan pemilihan bulan Juni karena bertepatan dengan libur sekolah. “Jadi tidak sampai mengganggu kewajiban mengajar di sekolah,” ujar Gultom.Pelaksanaan PLPG ini ditetapkan 90 jam dan akan berlangsung selama sembilan hari dan dalam pelaksanaan PLPG ini seluruh peserta tidak dipungut biaya. Bahkan sebaliknya, guru akan mendapatkan uang makan.

Selain itu, akan disiapkan juga penginapan di masing-masing LPTK. Beberapa kampus negeri sudah ditunjuk LPTK untuk menjalankan PLPG. Misalnya di Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.Sementara itu bagi calon peserta PLPG yang gagal UKA, Kemendikbud sudah menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya, mereka merancang seluruh guru yang tidak lulus UKA akan mengikuti diklat khusus. “Jadwalnya masih belum ditetapkan,” tandas Gultom.Jika guru yang tidak lulus UKA tadi berhasil lulus diklat khusus, maka tahun depan yang bersangkutan tidak perlu ikut UKA kembali. Para guru ini bisa langsung ikut PLPG periode 2013. Sebaliknya bagi yang tidak lulus diklat khusus tahun depan harus ikut UKA lagi sebagai saringan masuk PLPG. (jpnn.com)

  1. B.  Kesimpulan

Terdapat indikasi bahwa masih banyak guru belum terlibat secara optimal dalam pendidikan dan pelatihan pembelajaran dan asesmen inovatif, lesson study, atau penelitian tindakan kelas. Hal ini berdampak pada rendahnya pengetahuan konseptual dan pengetahuan terapan bagi guru tentang pembelajaran dan asesmen inovatif, lesson study, dan penelitian tindakan kelas. Sebagian besar Rencana dan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru belum mencerminkan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen inovatif, lesson study, atau penelitian tindakan kelas. Sebagian besar guru belum memiliki proposal atau laporan penelitian tindakan kelas. Pengetahuan konseptual dan pengetahuan terapan guru tentang pembelajaran dan asesmen inovatif, lesson study, atau penelitian tindakan kelas adalah berkategori kurang.

Rendahnya kualitas pengetahuan konseptual dan pengetahuan terapan guru tentang pembelajaran dan asesmen inovatif, lesson study, dan penelitian tindakan kelas berdampak pada rendahnya kualitas proses pembelajaran yang dialami siswa, sehingga bermuara pada rendahnya perolehan belajar yang dicapai oleh siswa. Hal ini terjadi karena belum semua guru pernah terlibat dalam aktivitas-aktivitas pelatihan. Pembinaan profesi guru telah dilakukan oleh kepala sekolah, namun pelaksanaannya belum menggunakan model pelatihan yang standar, terutama yang menyangkut standar pengetahuan maupun standar prakteknya. Pembinaan profesi guru merupakan suatu keniscayaan untuk peningkatan kompetensi mereka. Peningkatan kompetensi guru akan berdampak positif pada mutu lulusan.

  1. C.  Saran

Agar kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh suatu sekolah benar-benar dapat memberikan manfaat bagi kemajuan guru maupun bagi organisasi itu sendiri, maka perlu ditempuh beberapa langkah dalam suatu kegiatan pelatihan. Sondang Siagian (1997:185-203) memaparkan tujuh langkah dalam kegiatan pelatihan, yaitu :

  1. Penentuan kebutuhan
  2. Penentuan sasaran
  3. Identifikasi isi program;
  4. Identifikasi prinsip-prinsip belajar
  5. Pelaksanaan program;
  6. Identifikasi manfaat;
  7. Penilaian pelaksanaan program

DAFTAR ISI

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Siti Masriah. 2012. Makalah Pengertian PLPG. (online)(http://sitimasriah.weebly.com, diakses tanggal 27 Desember 2012

Slamet Priyatno, S.Pd. 2010. Pentingnya Kompetensi Guru. (online)(http://www.suaramerdeka.com, diakses tanggal 27 Desember 2012)

Lentera Kecil. 2012. Informasi Pelaksanaan PLPG. (online)(http://www.lenterakecil.com, diakses tanggal 28 Desember 2012)

http://www.tpmuntirta.blogspot.com/2011/11/makalah-dampak-pendidikan-dan-pelatihan.html

LAMPIRAN

  1. 1.   Diah Purtisari (11144600092)
    1. Mencari Buku Pedoman Pelaksanaan PLPG
    2. Mengetik dari halaman 4-6
    3. Mengedit keseluruhan teks dan memuat Daftar isi
    4. Menulis Implikasi di Lapangan
  2. 2.   Ita Eliyana (11144600102)
    1. Mengetik dari halaman 7-9
    2. Mencari infromasi di web dari alamat http://sitimasriah.weebly.com
    3. Menulis Latar Belakang
    4. Membuat Kesimpulan
  3. 3.   Lya Wahyuningsih (11144600106)
    1. Mengetik dari halaman 10-12
    2. Mencari informasi dari alamat web http://www.suaramerdeka.com
    3. Menulis Tujuan
    4. Membuat Saran
  4. 4.   Dwi Indrawati (11144600112)
    1. Mengetik dari halaman 13-15
    2. Mencari informasi dari web http://www.lenterakecil.com
    3. Menulis Manfaat
    4. Menulis Lampiran
  5. 5.   Ani Widyastuti (11144600117)
    1. Mengetik dari halaman 16-19
    2. Mencari informasi dari web http://www.tpmuntirta.blogspot.com
    3. Menulis Kata Pengantar
    4. Menulis Daftar Pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s