REVIEW JURNAL NASIONAL

Nama

Diah Purtisari

NPM/Kelas

11144600092/A3-11

Tanggal

7 Januari 2013

Penulis

Sari Rudiyati

Dosen Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UNY

Tahun

2 November 2009

Judul

Latihan Kepekaan Dria Non-Visual Bagi Anak Tunanetra

Jurnal

Jurnal Pendidikan Khusus

Vol. dan Halaman

Vol.1 No. 3 dan Hal. 55-67

Landasan Teori

Jurnal ini difokuskan pada latihan yang dapat dilakukan untuk melatih anak tunatrea buta. Antara lain

  1. Latihan Dria Pendengaran
  2. Latihan Dria Taktual
  3. Latihan Dria Pembau
  4. Latihan Dria Pencecap

Metode

Penulis mengungkapkan bahwa kehilangan fungsi penglihatan bagi seseorang memang sangatlah berat, karena menurut para ahli diperkirakan bahwa yang bersangkutan akan kehilangan kurang lebih 85% informasi yang dapat ditangkap oleh dria penglihatan (Sasraningrat: 1984). Sebagai kompensasinya maka para penyandang tunanetra buta akan berusaha menggunakan dria non-visual yang masih berfungsi seperti dria pendengaran. Dria taktual, dria pembau, dria pencecap, dria kinestetik dan dria keseimbangan untuk memperoleh informasi tentang dunia sekitarnya.

Kepekaan dria-dria non-visual ternyata perlu dilatih untuk menangkap informasi-informasi penting secara tepat, sehingga kerugian akibat hilangnya fungsi penglihatan masih dapat dikompensasikan dengan dria-dria non-visual yang masih berfungsi. Latihan tersebut bertujuan agar anak-anak tunanetra bersangkutan mempunyai kepekaan dalam menangkap informasi-informasi penting secara cepat, sehingga mampu mengkompensasikan keterbatasan dan atau ketidakmampuan visualnya. Namun demikian apakah anak-anak tunanetra, terutama yang buta telah mendapat latihan kepekaan dria non visual secara kontinyu? Fenomena menunjukkan bahwa sampai saat ini masih banyak anak tuananetra buta yang belum mendapat latihan kepekaan dria-dria non-visual, dan diduga hal ini akan berpengaruh terhadap kemampuan orientasi mobilitas mereka.

Hasil

Keunggulan

Menurut pendapat saya keunggulan jurnal ini adalah penulis jurnal memaparkan berbagai macam latihan dria non-visual yang dapat diterapkan kepada anak. Sehingga orang tua yang memiliki anak dengan keterbatasan penglihatan dapat dilatih dengan latihan yang telah disebutkan di jurnal tersebut.

Keterbatasan anak bukan berarti tidak dapat dilatih, orang tua yang memiliki anak dengan keterbatsan penglihatan, tidak boleh hanya menggantungkan harapan pada Sekolah Luar Biasa (SLB). Keberhasilan pendidikan anak tunanetra tidak hanya ditentukan oleh guru SLB, keberhasilan ini juga bergantung pada keterlibatan orang tua sebagai pendidik di rumah.

Kekurangan 

Menurut pendapat saya kekurangan jurnal ini adalah penulis tidak memberikan penjelasan bahwa ibu yang memiliki anak tunanetra di daerah pelosok belum tentu mengerti bahwa anak tunanetra dapat dilatih. Mereka bahkan membiarkan anak mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan, diam dan tidak bisa apa-apa. Memilih untuk tidak disekolahkan lantaran kesulitan ekonomi adalah salah satu faktor orang tua tidak menyekolahkan mereka.Penulis mungkin dapat menambahkan bahwa sosialisasi tentang melatih kepekaan pada anak tunanetra di daerah pelosok sangatlah penting. Sehingga orang tua  di daerah pelosok yang memiliki anak dengan keterbatasan penglihatan dapat melatih anak mereka sendiri.­­­

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

Nama

Diah Purtisari

NPM/Kelas

11144600092/A3-11

Tanggal

7 Januari 2013

Penulis

Husaina Banu Kenayathulla

Indiana University

Tahun

2010

Judul

Cost Benefit Analysis In Malaysian Education

Jurnal

Jurnal Internasional Manajemen Pendidikan

Vol. dan Halaman

Vol.4 No. 2 dan Hal. 1-18

Landasan Teori

Masalah pendidikan tetap menjadi prioritas penting di negara berkembang. Because resources are limited and ensuring adequate allocation is a struggle for many countries, the delivery of educational services has become a challenge. Karena sumber daya terbatas dan memastikan alokasi yang memadai adalah perjuangan bagi banyak negara, pemberian layanan pendidikan telah menjadi sebuah tantangan. Malaysia, like other countries in Southeast Asia, faces similar challenges in ensuring the allocation of appropriate funding for efficient and equitable educational services in order to promote access to quality education for all social groups [1, 2]. Malaysia, seperti negara-negara lain di Asia Tenggara, menghadapi tantangan serupa dalam memastikan alokasi dana yang tepat untuk layanan pendidikan yang efisien dan adil dalam rangka untuk mempromosikan akses ke pendidikan berkualitas untuk semua kelompok sosial [, 1 2].

The continued growth in the level of educational spending is noteworthy in both the fiscal effort on education and national effort on education. Pertumbuhan yang berkelanjutan di tingkat pengeluaran pendidikan dicatat di kedua upaya fiskal pada pendidikan dan upaya nasional untuk pendidikan. Education in Malaysia has always been a priority of the government’s development policy and annually, it represents the biggest chunk of the national budget. Pendidikan di Malaysia selalu menjadi prioritas kebijakan pembangunan pemerintah dan setiap tahun, itu merupakan bagian terbesar dari anggaran nasional. It is also considered a pillar of national development and a prime factor in promoting the country’s prosperity [2]. Hal ini juga dianggap sebagai pilar pembangunan nasional dan faktor utama dalam mempromosikan kemakmuran negara [2]. The government has devoted a substantial amount of its resources to the sphere of education. Pemerintah telah mengabdikan sejumlah besar sumber daya untuk bidang pendidikan. For example, the last two decades (between 1980 and 2001), have seen an increase of 37% and 33% in the fiscal effort and national effort, respectively [14]. Sebagai contoh, dua dekade terakhir (antara tahun 1980 dan 2001), telah melihat peningkatan dari 37% dan 33% dalam upaya fiskal dan upaya nasional, masing-masing [14]. This demonstrates great interest and reveals a need for additional research to study and elucidate multi-faceted factors affecting educational policy. Ini menunjukkan minat yang besar dan mengungkapkan perlunya penelitian tambahan untuk mempelajari dan menjelaskan multi-faceted faktor yang mempengaruhi kebijakan pendidikan.

The government’s commitment towards education is contained not only in the Federal Constitution; it is also included in the Education Act of 1996 through the provision of free education to every school-age child in the country for a period of eleven years for all its citizens [25]. Komitmen pemerintah terhadap pendidikan yang terkandung tidak hanya dalam Konstitusi Federal, melainkan juga termasuk dalam Undang-Undang Pendidikan tahun 1996 melalui penyediaan pendidikan gratis kepada setiap anak usia sekolah di negara ini untuk jangka waktu sebelas tahun untuk semua warga negaranya

An accurate, in-depth cost benefit analysis has important implications for developing a realistic, fact-based and truly equitable educational policy of long-range benefits to the nation as a whole. Sebuah, akurat mendalam analisis biaya manfaat memiliki implikasi penting untuk mengembangkan kebijakan, realistis pendidikan berbasis fakta dan benar-benar adil jangka panjang manfaat bagi bangsa secara keseluruhan. Not only does it disclose cost implications of educational policies, it also assesses relative cost-efficiency of alternative educational policies and interventions [21]. Tidak hanya mengungkapkan implikasi biaya kebijakan pendidikan, juga menilai relatif biaya-efisiensi kebijakan pendidikan alternatif dan intervensi. More importantly, cost benefit analysis suggests one way to inform the educational administrators and decision makers of the need to improve policymaking and evaluation in education. Lebih penting lagi, analisis biaya manfaat menyarankan salah satu cara untuk menginformasikan administrator pendidikan dan pengambil keputusan dari kebutuhan untuk meningkatkan kebijakan dan evaluasi dalam pendidikan. The purpose of this paper is to provide a scheme for the costs and benefits analysis of educational investments in Malaysia. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan skema untuk biaya dan analisis manfaat investasi pendidikan di Malaysia. We are interested in assessing whether it is more beneficial to invest in primary education, secondary education or tertiary education. Kami tertarik dalam menilai apakah lebih menguntungkan untuk berinvestasi dalam pendidikan dasar, pendidikan menengah atau pendidikan tinggi.

In this context, the analysis of Malaysian education will follow the conceptual framework of standard cost-benefit analysis using Kaldor-Hicks Tableau to describe potential benefits, costs and transfers that will incur in each investment decisions. Dalam konteks ini, analisis pendidikan Malaysia akan mengikuti kerangka konseptual standar analisis biaya-manfaat menggunakan Kaldor-Hicks Tableau untuk menggambarkan potensi manfaat, biaya dan transfer yang akan dikenakan dalam setiap keputusan investasi. Section 2 and 3, following the introduction part, explains the Human capital theory and the background of Malaysian education system. Bagian 2 dan 3, setelah bagian pendahuluan, menjelaskan teori modal manusia dan latar belakang dari sistem pendidikan Malaysia. Section 4 and 5 describe the basic scheme, accounting domain, and the baseline. Bagian 4 dan 5 menggambarkan skema dasar, domain akuntansi, dan baseline. Section 6 and 7 analyze the potential benefit, costs and transfers from the national accounting domain. Pasal 6 dan 7 menganalisis potensi manfaat, biaya dan transfer dari domain akuntansi nasional. Section 8 and 9 emphasize on the distributional impact on each stakeholder, and section 10 discusses sensitivity analysis and the final section provides conclusions. Bagian 8 dan 9 menekankan pada dampak distribusi pada masing-masing stakeholder, dan pasal 10 membahas analisis sensitivitas dan bagian akhir memberikan kesimpulan.

The national education system encompasses all levels of education namely, primary, secondary, and tertiary levels. Sistem pendidikan nasional meliputi semua tingkat pendidikan yaitu, primer, sekunder, dan tersier tingkat. Formal education in Malaysia is primarily based on the 6-3-2- 2-4 setup: six years of primary school, three years of lower secondary school, two years of upper secondary school, two years post secondary school, and four years of university education. Pendidikan formal di Malaysia terutama didasarkan pada 6-3-2 – 2-4 setup: enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, dua tahun dari sekolah menengah atas, sekolah menengah dua tahun pasca, dan empat tahun pendidikan universitas.

All type of schools must adhere to the national curriculum, as well as to the prescribed school calendar. Semua jenis sekolah harus mematuhi kurikulum nasional, serta kalender sekolah yang ditentukan. In terms of national examinations, pupils are evaluated at four levels; the Lower Secondary Assessment (Penilaian Menengah Rendah), which is at the end of the three years of lower secondary level; the Malaysian Certificate of Education (Sijil Pelajaran Malaysia ), which is at the end of two years of upper secondary level; and the Malaysia Higher School Certificate (Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia), which is at the end of two years of post-secondary level [14]. Dalam hal ujian nasional, siswa dievaluasi pada empat tingkat, Pengkajian Sekunder Bawah (PENILAIAN Menengah Rendah), yang pada akhir tiga tahun tingkat menengah pertama, Sertifikat Malaysia Pendidikan (Sijil Pelajaran Malaysia), yang merupakan pada akhir dua tahun tingkat menengah atas, dan Malaysia Higher Sekolah Certificate (Sijil Pelajaran Malaysia Tinggi,), yang pada akhir dua tahun pasca-sekolah menengah tingkat.

Metode

Metode yang digunakan dalam jurnal  ini adalah analisis data. Dalam analisis ini, penulis melihat ke dalam tiga tingkat pendidikan yang dasar (6 tahun), menengah pertama dan pasca (7 tahun) dan universitas (4 tahun). If we are interested in the cost benefit analysis of university education, for example, the profiles would refer to earnings for university and high school graduates. Jika kita tertarik dalam analisis manfaat biaya pendidikan universitas, misalnya, profil akan mengacu pada pendapatan untuk universitas dan lulusan SMA.

Hasil

Keunggulan

Menurut pendapat saya jurnal ini sudah memaparkan dengan jelas apa yang membuat pendidikan itu penting untuk dilaksanakan, dimana penulis mengambil contoh pendidikan di Malaysia, dimana wajib belajar di Malaysia adalah 6 tahun, berbeda dengan Indonesia dimana  wajib belajar di Indonesia adalah 9 tahun. Terdapat skema yang digunakan untuk menentukan manfaat di pendidikan sehingga pembaca tidak rancu. Selain itu jurnal ini juga memberikan informasi manfaat dari analisis ini antara lain

  1. Manfaat Sosial

Manfaat sosial mengacu pada efek non-moneter atau eksternal pendidikan bagi masyarakat secara keseluruhan

Selain itu makalah ini memberikan kerangka konseptual untuk analisis biaya-manfaat dari investasi dalam pendidikan dasar, menengah dan tinggi di Malaysia. The accounting domain is set at the national level as Malaysian government plays an important role in financing the education. Domain akuntansi diatur di tingkat nasional karena pemerintah Malaysia memainkan peranan penting dalam pembiayaan pendidikan. Distributional impact on different stakeholders has been analyzed by employing KH tableaus. Dampak distribusional pada pemangku kepentingan yang berbeda telah dianalisis dengan menggunakan KH tableaus. Sensitivity analysis will have to be conducted using different discounting rates. Analisis sensitivitas harus dilakukan dengan menggunakan tingkat diskon yang berbeda. Most of the previous studies tend to focus on the private rate of return to education. Sebagian besar penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada tingkat pribadi kembali ke pendidikan. However, in this paper, the conceptual framework for cost benefit analysis has included both the social benefit and social costs of education. Namun, dalam makalah ini, kerangka konseptual untuk analisis biaya manfaat sudah termasuk baik manfaat sosial dan biaya sosial pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s